Catatan kecil untuk sekolahku

Pembaca yang terhormat,

Pendidikan pelestarian alam sekitar dan kebersihan seharusnya bermula dimulai dari  rumah, namun demikian tidak ada salahnya sekolah juga banyak memberikan perhatian hal tersebut. Kegiatan tersebut sebenarnya mudah dilaksanakan seandainya semua  benar-benar memberi perhatian. Ini bukanlah suatu perkara yang sukar dilaksanakan dan tidak memerlukan biaya yang tinggi, tetapi justru  banyak memberikan manfaat kepada orang yang melakukannya. Oleh itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diajarkan kepada siswa untuk menjaga alam sekitar.

Pertama; menanamkan kebiasaan membuang sampah di tempat yang seharusnya. Saat ini, membuang sampah sembarangan sudah menjadi tabiat di kalangan masyarakat. Anjuran membuang sampah di pada tempatnya dapat mendidik generasi mencintai kebersihan dan membenci kekotoran. Melalui pendidikan alam sekitar, siswa diberi penekanan untuk membuang sampah ke dalam tong sampah yang disediakan.

Para siswa, guru, semua staf sekolah (tata usaha hingga penjaga sekolah), serta kepala sekolah mempunyai peran yang sama. Para siswa harus selalu membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Para siswa juga penting sekali untuk mengajak dan mengingatkan temannya untuk kebaikan tersebut. Siswa harus dapat merawat segala peralatan kebersihan yang menjadi milik kelasnya.

Bapak dan ibu guru harus selalu mengingatkan dan memiliki rasa “juweh” untuk mengajak siswa berbudaya bersih. Setiap saat, terutama pada saat awal masuk kelas, tidak hanya pada jam pertama. Tidak ada salahnya untuk menengok jendela kelas, karena biasanya siswa kita membuang sampah melalui jendela. Akan baik juga jika selanjutnya menyuruh siswa yang bertugas piket untuk mengambil  sampah tersebut, tentu tidak hanya yang ada di samping jendela saja, tetapi juga di tempat lain sekitar kelas. Tidak lupa menyuruh siswa mengambil sampah yang ada di sekitar tempat duduknya dan membuangnya di tempat yang seharusnya.

Wali kelas juga berperan besar dalam pendidikan ini. Wali kelas harus dapat meciptakan suasana keadilan dalam tugas piket kelas. Pendekatan persuasif dapat dilakukan wali kelas untuk menjadikan kelasnya selalu bersih. Apabila pendekatan persuasif tidak membuahkan hasil, tidak ada salahnya pula untuk memberi sanksi yang dapat menjadikan mereka bertanggung jawab atas kebersihan kelasnya. Sanksi untuk bertugas piket lagi pada hari berikutnya ada baiknya untuk dicoba. Untuk menentukan sanksi bisa saja oleh pengurus kelas atau bisa bapak ibu yang mengajar di kelas tersebut.

Staf tata usaha dan penjaga sekolah bekerja sesuai dengan wilayah tugas masing-masing. Perlu diingat mereka juga harus ikut merawat semua peralatan kebersihan yang ada di sekolah.

Kepala sekolah berperan untuk menciptakan sistem dan tata kerja,, tentunya bukan dia sendirinya yang membuatnya. Staf yang berhubungan dengan inilah yang berperan untuk menyiapkan konsepnya. Kepala sekolah juga perlu menyiapkan dana pendukung untuk kegiatan tersebut, walaupun tidak semua kegiatan memerlukan biaya. Pembiayaan dan penggunaannya yang tepat akan dapat mendukung program ini.

Kedua, perencanaan yang baik dan matang tentunya akan sangat menentukan keberhasilan kegiatan ini. Perencanaan dilakukan meliputii penyusunan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing personal, pembiayaan, sarana dan prasarana yang diperlukan.

Ketiga, apakah tugas penulis naskah ini? Tugas kami adalah sekedar usul dan menyebarkan keinginan baik ini, tidak lebih. Mau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s