Koperasi Siswa untuk Kesejahteraan Siswa

Koperasi merupakan usaha bersama untuk kesejahteraan bersama. Koperasi memang banyak macamnya, namun koperasi siswa masing kurang gaungnya. Penyebabnya memang banyak, antara lain yaitu tidak jelasnya struktur kepengurusan koperasi, lemahnya pengelolaan koperasi siswa, dan kurang pedulinya pihak sekolah terhadap koperasi siswa.

Untuk menjadikan koperasi siswa yang dapat menyejahteraan siswa memang penyebab di atas harus diatasi. Penulis akan mencoba mencari solusi terhadap koperasi siswa. Pertama pembentukkan struktur pengurus yang jelas. Pengurus koperasi harus berasal dari siswa, yang dilengkapi guru pendamping. Guru pendampinglah yang dapat menggerakkan koperasi tanpa mengabaikan siswa sebagai pemilik saham koperasi. Struktur pengurus dibuat dengan jelas termasuk tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan.

Kedua, lemahnya pengelolaan koperasi, pengelolaan koperasi siswa di sekolah untuk mendapatkan manfaat memang perlu pembenahan. Hal yang dapat dilakukan adalah memilih guru pendamping koperasi siswa yang mempunyai komitmen untuk membantu menyejahterakan siswa. Guru pendamping mempunyai pengalaman mengelola koperasi, dapat dipercaya, dan mempunyai visi yang jelas tentang mau dibawa kemana koperasi siswa yang akan dikelola. Guru pendamping harus dipilih yang mau berpikir tentang profit koperasi, tetapi tidak untuk dirinya.

Guru pendamping bertugas menyusun program dan kegiatan koperasi. Sementara itu perwakilan siswa dilibatkan dalam penyusunan program, sehingga nantinya ketika siswa sebagai pelaksana dapat mengerti tugas, hak dan kewajibannya.

Koperasi siswa dengan kepedulian sekolah dapat mendirikan toko. Petugas toko koperasi dapat diambil dari siswa, dengan kriteria yang ditetapkan guru pendamping dan pengurus koperasi. Harapannya kriteria yang dibuat dapat melibatkan siswa dari keluarga kurang mampu. Petugas toko mendapat keuntungan dengan sistem bagi untung dengan prosentase yang ditentukan guru pendamping dan pengurus. Inilah kesejahteraan pertama yang dihasilkan koperasi siswa, terutama membantu siswa kurang mampu. Kedua, bagi siswa yang orang tuanya mempunyai usaha kecil dapat menitipkan dagangannya di koperasi sekolah.

Siswa hasil usaha koperasi siswa selain dibagi untuk pengurus, petugas toko, dan dibagi untuk siswa atau digunakan untuk meringankan kegiatan kesiswaan. Bentuk kegiatan tersebut dapat model sponsorship, artinya koperasi siswa membantu mensponsori kegiatan kesiswaan. Sponsor yang diberikan koprasi siswa dapat mengurangi biaya yang ditanggung siswa atau bahkan siswa tidak perlu membayar lagi. Kegiatan tersebut terutama kegiatan yang berkaitan langsung siswa tetapi dana sekolah terbatas atau bahkan tidak dapat dibiayai, karena aturan penggunaan dana. Itu semua tentu tergantung besar sisa hasil usaha yang dihasilkan koperasi.

Penggunaan SHU untuk kegiatan kesiswaan harus diatur dalam aturan atau AD dan ART koperasi sehingga nantinya tidak akan menimbulkan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s